Rabu, 17 Maret 2010

Penalaran

sumber : id.wikipedia.org

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Senin, 21 Desember 2009

Riset Pemasaran

sumber : one.indoskripsi.com/

Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian. Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan p[engambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.
Tujuan Riset Pemasaran:
? Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif kenyataan yang ada.
? Bebas dari pengaruh keinginan pribadi ( political biases ). “ Find it and tell if like it is “.
Studi tentang riset pemasaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Riset dasar
dikenal juga sebagai riset murni atau riset fundamental yang bertujuan memperluas batas-batas pengetahuan yang mempunyai kaitan dengan aspek-aspek system pemasaran. Selama ini hanya sedikit perhatian yang dicurahkan terhadap bagaimana pengetahuan tsb digunakan dalam proses manajemen pemasaran.
Riset terapan
bertujuan membantu para manajer mengambil keputusan yang lebih baik. riset terapan ini diarahkan kesituasi organisasi yang spesifik dan pelaksanaannya dibimbing oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses pengambilan keputusan.
Proyek riset pemasaran formal dapat dipandang sebagai seperangkat langkah yang disebut proses riset. Untuk melaksanakan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset dan memahami saling ketergantungannya. sembilan langkah-langkah dalam proses riset yaitu :
1. Menetapkan kebutuhan akan informasi
2. menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi
3. menentukan sumber data
4. mengembangkan bentuk pengumpulan data
5. merancang sample
6. mengumpulkan data
7. mengolah data
8. menganalisis data
9. menyajikan hasil riset
Ada empat sumber utama dari data pemasaran :
? responden
? situasi analogis
? eksperimentasi
? data sekunder
Setelah sasaran penelitian ditetapkan dan kebutuhan informasi didaftar dengan terinci langkah selanjutnya adalah menentukan dari mana sumber data diperoleh.
Keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bias berbentuk kategori, misalnya : rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal, dsb, atau bias berbentuk bilangan. Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistik.
Data menurut bentuknya dapat dikatergorikan sbb:
1. Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif, harganya berubah-ubah atau bersifat variable. Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif ialah :
? data diskrit yaitu data dengan variable diskrit
? data kontinu yaitu data dengan variable kontinu
2. data yang dikategorikan menurut lukisan kualitas obyek yang dipelajari adalah data kualitatif. sehingga golongan ini dikenal pula dengan nama atribut. Misalnya: sembuh, rusak, gagal, berhasil, dsb.
Menurut sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu :
1. data intern
adalah data data yang bersumber dari dalam perusahaan. Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri, misalnya: keadaan pegawai, pengeluaran, keadaan barang di gudang, hasil jualan, keadaan produksi pabriknya dan lain-lain aktivitas yang terjadi di dalam perusahaan itu.
2. data ekstern
adalah data yang bersumber dari luar perusahaan. suber data ekstern mencakup laporan riset komersial, majalah bisnis, laporan industri, laporan pemerintah, dsb.

Data ekstern dapat digolongkan atas dua bagian:
? data ekstern primer atau data primer
data primer merupakan data yang dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan.
? data ekstern sekunder atau data sekunder
data sekunder merupakan data yang sudah dipublikasikan untuk konsumsi umum

Rabu, 07 Oktober 2009

Blackberry Makin Digemari Di Indonesia

BlackBerry tampaknya makin populer dan berhasil menciptakan segmentasi sendiri. Perusahaan Kanada Research In Motion (RIM) mengumumkan jumlah pengguna smart-phone mereka akan menjadi 14 juta orang di dunia hingga kwartal pertama yang berakhir 1 Maret mendatang.

Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1999, BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (wireless handheld device) yang mendukung kemampuan layanan e-mail gegas (push-mail), telepon bergerak, pesan pendek, faksimili Internet, berselancar Internet dan berbagai kemampuan nirkabel lainnya.

BlackBerry masuk ke pasar pertama kali dengan memfokuskan diri pada layanan e-mail gegas.

Di Indonesia, layanan dan handheld BlackBerry sudah ditawarkan oleh tiga operator besar yakni Indosat, Telkomsel dan Excelcom. Namun baru Indosat dan Excelcom yang menawarkan paket individual (ritel), selain paket enterprise. (mytechblogs.com)

Analisis Perilaku Konsumen Terhadap Produk Sabun Mandi Cair

elibrary.mb.ipb.ac.id

Sabun mandi merupakan produk yang telah menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan masyarakat sehari - hari. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia, maka pasar untuk produk ini juga akan terus bertambah. Dalam industri sabun mandi dikenal ada dua bentuk yaitu sabun mandi padat dan sabun mandi cair. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT. Corinthian Infopharma Corpora pada tahun 2003, menunjukkan bahwa rata-rata pertumbuhan permintaan akan produk sabun mandi cair dalam periode 1996 hingga 2002 yaitu sebesar 16,6 persen, sedangkan untuk produk sabun mandi padat yaitu sebesar 4,58 persen. Demikian juga dengan produksi sabun mandi cair yang terus meningkat mencapai 16,09 persen per tahun dan 8,34 persen per tahun untuk produksi sabun mandi padat. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada kecenderungan konsumen lebih memilih sabun mandi cair dibanding sabun mandi padat.
Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 210 juta jiwa dan pertumbuhan penduduk yang mencapai 1,35 persen per tahun, maka diprediksi dalam lima tahun mendatang penggunaan produk sabun mandi akan terus meningkat yakni sebesar lima persen per tahun. Dengan kondisi saat ini di mana produk sabun mandi cair yang beredar di pasaran sangat beragam, menyebabkan konsumen harus memilih produk seperti apa yang memang disukainya. Oleh karena itu, dengan mengetahui perilaku dari konsumen mengenai produk sabun mandi cair, maka perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasarnya melalui retensi dan akusisi. Didasari oleh hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku konsumen terhadap atribut produk sabun mandi cair, bagaimana segmentasi konsumen produk sabun mandi, baik sabun mandi cair maupun sabun mandi padat, bagaimana positioning produk sabun mandi cair berdasarkan persepsi konsumen dan bagaimana sensitifitas konsumen terhadap harga produk sabun mandi cair. Dari penelitian ini diharapkan akan diperoleh informasi strategis mengenai usaha - usaha pemasaran melalui perilaku konsumen terhadap produk sabun mandi cair.
Penelitian ini dilakukan di Kota Bogor melalui studi kasus. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga Maret 2005. Penelitan ini menggunakan pendekatan riset deskriptif. Data dan informasi dikumpulkan melalui metode survei dengan menggunakan kuesioner. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Pada penelitian ini, sampel diambil dari penghuni perumahan di kota Bogor sebanyak 120 orang yang dipilih secara acak. Teknik analisis yang digunakan adalah (1) Analisis deskriptif, untuk mengetahui secara umum pola - pola dari jawaban yang diberikan responden dengan cara mentabulasikan data yang diperoleh dan dilakukan perhitungan persentasenya. (2) Analisis CHAID (Chi-square Automatic Interaction Detection), untuk menelusuri kegiatan keterkaitan struktural antara peubah respon dengan peubah - peubah penjelas yang berjenis kategorik. (3) Analisis Thurstone, untuk mempelajari hubungan kuantitatif antara stimulus dan responden. (4) Analisis Sensitifitas Harga (PSM), untuk mencari kisaran harga yang paling tepat bagi produk.
Hasil analisis CHAID menunjukkan bahwa responden terbagi dalam tiga kategori yaitu non - user tidak berminat adalah responden yang tidak berminat untuk menggunakan produk sabun mandi cair, non - user berminat adalah responden yang berminat menggunakan produk sabun mandi cair dan user adalah responden pengguna produk sabun mandi cair. Responden non-user tidak berminat adalah kelompok orang yang beranggapan bahwa produk sabun mandi cair bukan merupakan produk satu - satunya yang dapat menjaga kesehatan kulit, menggunakan produk sabun mandi cair bukan merupakan suatu kepraktisan, tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan serta memiliki perilaku yang tidak bertanggungjawab atas apa yang dikerjakannya. Responden non-user berminat adalah sekelompok orang yang beranggapan bahwa sabun mandi cair dapat menjaga kesehatan kulit, bersikap netral terhadap aktivitas yang memiliki tantangan, ingin selalu jadi perhatian orang lain, bertanggungjawab atas apa yang dikerjakannya dan meyakini bahwa sabun mandi cair merupakan suatu kepraktisan. Responden user adalah kelompok orang yang setuju bahwa sabun mandi cair dapat menjaga kesehatan kulit, menyukai aktivitas yang menantang, persaingan yang tinggi membuatnya terpacu dan menggunakan produk sabun mandi cair karena menginginkan suatu kepraktisan.
Alasan responden non - user tidak berminat untuk tidak menggunakan produk sabun mandi cair adalah karena kebiasaan menggunakan sabun mandi padat. Berikutnya alasan responden non - user berminat belum menggunakan produk sabun mandi cair adalah karena harga produk sabun mandi cair masih terlalu tinggi.
Tujuan responden user menggunakan produk sabun mandi cair adalah karena kemudahan penggunaannya, lebih higienis dan aroma produk yang tahan lama. Atribut produk sabun mandi cair yang menjadi preferesi konsumen non - user berminat adalah manfaat yang ditawarkan oleh produk sabun mandi cair, harga produk yang terjangkau dan kecocokan terhadap kulit. Kemudian atribut produk sabun mandi cair yang menjadi preferesi konsumen user adalah aroma atau keharuman dari produk sabun mandi cair, manfaat produk dan kecocokan terhadap kulit.
Persepsi konsumen non - user berminat mengenai positioning produk sabun mandi cair adalah Biore dipersepsikan sebagai produk yang dapat memberikan kesegaran. Kemudian Lux dipersepsikan sebagai produk yang dapat merawat kelembutan kulit.
Selanjutnya, Lifebuoy dipersepsikan sebagai produk yang dapat menjaga kesehatan kulit. Untuk konsumen user, Biore dipersepsikan sebagai produk yang identik dengan kemudahan untuk mendapatkannya. Memiliki varian produk yang banyak dipersepsikan untuk merek Lux. Sedangkan untuk merek Lifebuoy diposisikan sebagai produk sabun mandi cair yang dapat menjaga kesehatan kulit.
Hasil analisis sensitivitas harga menunjukkan bahwa kisaran harga yang dapat diterima konsumen (range of acceptable prices) untuk sabun mandi cair kemasan 100 ml berdasarkan kualitas yang ada saat ini yakni adalah berkisar antara Rp 4.250 sampai dengan Rp 5.700. Kisaran harga yang dapat diterima konsumen (range of acceptable prices) untuk sabun mandi cair kemasan 250 ml berdasarkan kualitas yang ada saat ini yakni adalah berkisar antara Rp 7.500 sampai dengan Rp 8.800. Kisaran harga yang dapat diterima konsumen (range of acceptable prices) untuk sabun mandi cair kemasan 300 ml berdasarkan kualitas yang ada saat ini yakni adalah berkisar antara Rp 9.500 sampai dengan Rp 11.000.
Implikasi manajerial bagi perusahaan dalam pemasaran produk sabun mandi cair yang dapat diterapkan oleh manajemen perusahaan adalah: (1) Untuk konsumen non-user tidak berminat, perusahaan dapat melakukan pendekatan melalui model rangsangan dari luar seperti pemberian contoh sampel produk secara gratis, pemanfaatan jasa sales promotion girl (SPG) dalam menawarkan produk langsung pada konsumen ini dan pemberian banded produk sabun mandi cair pada produk yang sering dibeli oleh segmen ini terutama untuk produk toiletries seperti deodorant dan cologne. (2) Untuk konsumen non - user berminat, mengupayakan penyesuaian harga dengan kualitas yang sesuai dengan produk yang dipasarkan. Perusahaan dapat menetapkan strategi harga dengan baik seperti produk sabun mandi cair dikemas dalam kemasan sachet dengan harga terjangkau, pembuatan kemasan botol dengan isi yang lebih sedikit, kerjasama dengan pedagang terutama pedagang ritel dalam pemberian diskon untuk produk sabun mandi cair melalui paket superhemat. (3) Sedangkan untuk konsumen user, perusahaan perlu menciptakan variasi produk yang lebih memudahkan konsumen dalam penggunaannya seperti bentuk kemasan yang ramping sehingga mudah untuk dipegang, tutup kemasan yang fleksibel sehingga mudah untuk menutup dan membukanya. Untuk pengembangan produk berdasarkan atribut aroma, perusahaan dapat menciptakan produk dengan berbagai jenis aroma bunga seperti aroma bunga rose, mawar atau melati. Aroma lain yang juga dapat dikembangkan adalah aroma buah (seperti jeruk dan apel) dan aroma rempah - rempah. Harga untuk kemasan 100 ml, idealnya adalah Rp 5.250. Harga untuk kemasan 250 ml, idealnya adalah Rp 8.250. Sedangkan harga ideal untuk kemasan 300 ml adalah Rp 10.000.

Kamis, 17 September 2009

Penelitian Perilaku Konsumen

http://haniif.wordpress.com

Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini. Mengenali perilaku konsumen tidaklah mudah, kadang mereka terus terang menyatakan kebutuhan dan keinginannya, namun sering pula mereka bertindak sebaliknya. Mungkin mereka tidak memahami motivasi mereka lebih mendalam, sehingga mereka sering bereaksi untuk mengubah pemikiran mereka pada menit-menit terakhir sebelum akhirnya melakukan keputusan pembelian. Untuk itu para pemasar perlu mempelajari keinginan, persepsi, preferensi, dan perilakunya dalam berbelanja. Studi seperti ini diperlukan bagi para pemasar untuk mempersiapkan seperangkat kebijakan pemasarannya seperti pengembangan produk beserta ciri-ciri, harga, saluran distribusi, iklan, dan hal lain yang berhubungan dengan pemasaran produk. Dibidang studi pemasaran, konsep perilaku konsumen secara terus menerus dikembangkan dengan berbagai pendekatan.

The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai berikut [7]:

Perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan kegiatan pertukaran dalam hidup mereka ……. (American Marketing Association)

Beberapa konsumen ada yang menjadi masyarakat konsumsi tinggi dalam membeli barang/produk, bahkan sampai ada yang membeli ke luar negeri untuk mendapatkan produk tersebut. Ada juga yang biasa-biasa saja dalam membeli produk, cukup membeli produk di dalam negeri dan disesuaikan dengan kebutuhan hidup serta dana yang dimiliki. Ada juga yang hanya mencari produk yang penting bisa mencukupi kebutuhan mereka, walaupun harganya sangat murah. Untuk itu, perusahaan-perusahaan harus melakukan penelitian mengenai tingkah laku konsumen akan suatu produk agar dapat membantu mereka untuk mengetahui keinginan, kebutuhan sekaligus kepuasan konsumen. Perusahaan melakukan berbagai macam riset dengan melihat berbagai faktor yang akan membantu mereka untuk mengetahui seberapa jauh konsumen menerima produk-produk mereka yang dijual di pasaran. Selanjutnya jika penelitian terhadap perilaku konsumen jika ditangapi dan ditafsirkan dengan benar, maka akan memberikan masukan yang esensial untuk strategi pemasaran yang baik dalam organisasi yang mencari laba maupun yang tidak mencari laba.

Data Primer dan Data Sekunder

Data dapat diartikan sebagai suatu fakta yang digambarkan melalui angka, simbol, kode, dan lain-lain. Dalam suatu penelitian, data dapat dikelompokkan menjadi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumber data, seperti hasil wawancara atau hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Pengelompokkan data yang lain adalah data sekunder. Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut oleh pihak pengumpul data primer ataupun oleh pihak lain.

Contoh dari data sekunder adalah produsen kosmetik ingin mengetahui tentang respon konsumen terhadap produknya setelah harga produknya tersebut dinaikkan, maka produsen tersebut meminta informasi/laporan tentang banyaknya produk yang terjual dicounter tersebut.

Selasa, 15 September 2009

Definisi/Pengertian Harga, Tujuan & Metode Pendekatan Penetapan Harga - Manajemen Pemasaran

A. Definisi / Pengertian Harga (Price)

Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.

Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.

B. Tujuan Penetapan Harga

1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal.

2. Mempertahankan perusahaan
Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan lain sebagainya.

3. Menggapai ROI (Return on Investment)
Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.

4. Menguasai Pangsa Pasar
Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.

5. Mempertahankan status quo
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.

C. Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk

1. Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.

2. Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.

3. Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.

Senin, 14 September 2009

PERENCANAAN UNTUK PRODUK BARU

one.indoskripsi.com

A. PENDAHULUAN
Produk baru menjadi pusat perhatian seluruh perusahaan, karena sumbangannya jelas untuk kelangsungan hidup dan kemakmuran perusahaan. Perencanaan produk baru merupakan kegiatan strategis yang penting dan menuntut. Produk baru yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen membantu memperkuat posisi organisasi di pasar yang sudah ada dan untuk berpindah ke pasar-pasar baru.

B. PERENCANAAN PRODUK SEBAGAI PROSES PEMUASAN KONSUMEN
Pemerkenalan produk baru diklasifikasikan atas dasar: (1) tingkat baru di pasar; dan (2) tingkat baru bagi perusahaan. Ada enam kategori definisi produk baru, yaitu:
1.Produk baru bagi dunia nyata (New-to-the-world products). Produk baru yang menciptakan pasar yang seluruhnya baru (10% dari total perkenalan baru).
2.Lini produk baru (New Product lines). Produk baru yang untuk pertama kalinya, memberi kesempatan kepada perusahaan memasuki pasar yang sudah mantap (20% dari total).
3.Tambahan pada lini produk yang sudah ada (Additions to existing products). Produk baru yang melengkapi lini produk yang sudah mantap (26% dari total).
4.Perpaikan pada/revisi terhadap produk yang sudah ada (Improvements in/revisions to existing products). Produk baru yang memiliki kinerja lebih atau memiliki nilai persepsi yang lebih besar dan mengganti produk yang sudah ada (26% dari total).
5.Penempatan kembali produk yang sudah ada (Repositioning). Produk yang sudah ada ditargetkan pada pasar atau segmen pasar yang baru (7% dari total).
6.Pengurangan biaya (Cost reductions). Produk baru yang memberikan kinerja hampir sama dengan biaya yang lebih rendah (11% dari total).

Strategi Korporasi dan Bisnis
Identifikasi dan evaluasi segmen pasar oleh selutuh tim manajemen membantu menentukan segmen mana yang memberikan peluang masuknya produk baru bagi organisasi.
Analisis ekstensif tentang konsumen yang ada, yang potensial, serta persaingan sangat penting bagi perencanaan produk baru.